KODE ETIK

A1. Etika Umum

  1. Menjunjung tinggi nama STMIK DCI;
  2. Menghormati pimpinan STMIK DCI sebagaimana mestinya;
  3. Menghormati dan menghargai pendapat sesama dosen, karyawan, dan mahasiswa STMIK DCI.

A2. Etika Legal

  1. Menghormati dan mentaati peraturan-peraturan yang berlaku baik peraturan akademik maupun peraturan administrasi;
  2. Menghormati dan melaksanakan keputusan-keputusan bersama yang didasarkan pada peraturan yang berlaku;
  3. Menempatkan diri secara benar sesuai dengan struktur organisasi kelembagaan yang ada.

A3. Etika Akademik

  1. Menciptakan budaya akademik, aktif membaca, menulis, meneliti, dan bersikap ilmiah;
  2. Membentuk citra dosen yang mampu mengantarkan mahasiswa untuk mencapai tingkat kecerdasan, kemandirian, serta kedewasaan pribadi dan moral;
  3. Menciptakan suasana kelancaran proses belajar mengajar dan kondisi proaktif kepada mahasiswa dalam perkuliahan;
  4. Menyiapkan materi perkuliahan sesuai dengan Silabus, GBPP, atau SAP yang telah diberikan;
  5. Memulai dan mengakhiri perkuliahan tepat waktu;
  6. Mempertahankan obyektivitas dalam penilaian;
  7. Berpenampilan dan berpakaian rapi dan sopan.

 

DOSEN DAN GELAR

Dosen STMIK DCI adalah dosen tetap atau dosen luar biasa atau dosen tamu yang memiliki kemampuan melakukan kegiatan pendidikan dan pengajaran, serta bertanggungjawab terhadap matakuliah pada periode waktu tertentu sesuai dengan ketentuan yang ada di STMIK DCI.
Gelar yang digunakan oleh dosen STMIK DCI adalah gelar seperti yang tercantum dalam ijasah resmi.

 

ADMINISTRASI DOSEN

  1. Dosen STMIK DCI diharuskan menyerahkan fotocopi Ijazah, surat kepangkatan, dan daftar riwayat hidup untuk penyesuaian gelar atau golongan.
  2. Sebelum melakukan kegiatan resmi mengajar, Dosen STMIK DCI mengisi dan menyerahkan Form Kesediaan Mengajar kepada Jurusan atau BAAK (Bagian Administrasi Akademik & Kemahasiswaan).
  3. Mengusulkan asisten laboratorium atau asisten dosen yang diperlukan oleh kepada Jurusan.
  4. Di akhir perkuliahan Dosen wajib menyerahkan laporan nilai akhir mahasiswa sesuai matakuliah yang diajarkan kepada Jurusan, selambat-lambatnya 3 minggu setelah UAS terlaksana.

 

TATA LAKSANA PERKULIAHAN

  1. Pemberian kuliah harus dilakukan oleh dosen dan tidak boleh diwakilkan.
  2. Dosen telah menyiapkan diri sebelum waktu perkuliahan dimulai.
  3. Dosen diharuskan berpakaian pantas dan rapi (diharapkan memakai dasi, kecuali memakai batik atau safari ).
  4. Mengambil dan mengisi Daftar Hadir Dosen dan Daftar Hadir Mahasiswa yang telah disiapkan oleh BAAK selama perkuliahan berlangsung.
  5. Melakukan koordinasi dengan asisten masing-masing jika matakuliah yang bersangkutan memerlukan asisten praktikum atau asisten responsi.

 

MASALAH DOSEN BERHALANGAN

  1. Bagi Dosen yang berhalangan hadir karena sesuatu hal, harus memberitahukan BAAK sedini mungkin dengan melalui surat atau telepon (0265) 332492, atau Dosen yang bersangkutan menunjuk seorang pengganti/ asisten (rekomendasi dosen yang bersangkutan baik lisan/tertulis) untuk mengisi perkuliahan pada jadwal tersebut.
  2. Jika tidak ada seorang pengganti/asisten maka Dosen tersebut wajib tetap memberikan kegiatan perkuliahan dalam bentuk tugas mandiri di kelas yang sudah terkonsep/terdefinisi dalam lembaran fotocopy yang dibagikan kepada mahasiswa. Dalam hal perbanyakkan dan pengawasannya dibantu oleh Jurusan dan maksimum tugas mandiri diselenggarakan 2 kali.
  3. Apabila butir (1) dan (2) tidak dipenuhi, maka Ketua Jurusan berhak mengambil alih untuk memutuskan dan mununjuk Pengajar lain yang dianggap mempunyai kemampuan untuk mengisi acara perkuliahan saat itu, dengan pertimbangan unsur efektivitas, efisiensi, faktor kemahasiswaan.
  4. Apabila butir (3) tidak terpenuhi pula, maka acara perkuliahan pada jadwal tersebut dianggap kosong dan harus diganti oleh Dosen yang bersangkutan sesuai dengan aturan kuliah pengganti yang telah ditetapkan/dijadwalkan.

 

ATURAN KULIAH PENGGANTI

  1. Kuliah pengganti tidak boleh dilakukan pada sembarang waktu dalam masa perkuliahan berlangsung.
  2. Kuliah pengganti akan dilakukan pada jadwal tersendiri yang ditetapkan oleh Jurusan dan akan diinformasikan kepada setiap dosen STMIK DCI sedemikian sehingga faktor-faktor efektivitas, efisiensi, faktor kemahasiswaan tetap optimal dan tidak dirugikan.

 

EVALUASI NILAI DAN UJIAN

  1. Nilai Akhir matakuliah memiliki tiga komponen penilaian yang dapat dijadikan referensi dengan bobot persentasi bergantung pada otoritas Dosen yang bersangkutan, meliputi :
    Nilai UTS
    Nilai UAS
    Nilai Tugas, terdiri total nilai: tugas, kuis, praktikum/responsi, absensi
  2. Pada setiap semester minimal dilakukan dua kali evaluasi, yaitu Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS)
  3. Penyerahan soal ujian baik untuk UTS maupun UAS harus diterima oleh BAAK minimal 2 hari sebelum ujian dilaksanakan, sehingga dapat diperbanyak.
  4. Pengawasan evaluasi/ujian dilakukan langsung oleh dosen yang bersangkutan atau asisten atau petugas yang ditunjuk oleh Jurusan.
  5. Nilai Akhir hasil evaluasi mahasiswa dinyatakan dalam HURUF MUTU.
    Mahasiswa yang memperoleh nilai D dan E diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian perbaikan (HER) dengan nilai maksimum C.
  6. Mahasiswa yang memperoleh nilai E wajib mengikuti kuliah ulang pada semester yang sesuai, dan mahasiswa yang memperoleh nilai D boleh tidak mengulang kuliah dengan syarat IPK lebih besar/sama dengan 2,0
    Mahasiswa yang memilki nilai T diberi waktu maksimal 2 minggu setelah nilai diumumkan agar segera memenuhi ketidaklengkapan nilai kepada dosen yang bersangkutan. Apabila mahasiswa tersebut tidak sanggup memenuhi kewajibannya maka nilai dianggap E dan tidak ada HER.

UJIAN SUSULAN

  1. Ujian susulan adalah ujian khusus di luar jadwal ujian resmi yang merupakan dispensasi kepada mahasiswa yang tidak dapat mengikuti ujian resmi karena sakit ditunjukkan dengan bukti surat sakit dari dokter, meliputi UTS dan UAS.
  2. Ujian susulan tidak diberikan kepada mahasiswa selain dengan alasan pada butir (1), sehingga Nilai Akhir menjadi D/E. Contoh alasan yang tidak diterima: salah jadwal, kepentingan keluarga, lupa, terlambat, dan sejenisnya.
  3. Ujian Susulan hanya diberikan dalam batas waktu maksimal 2 minggu setelah pelaksanaan ujian (UTS/UAS) berlangsung, sehingga tidak berlarut-larut. Apabila dalam periode tersebut mahasiswa tidak dapat mengurus administrasi ujian susulan, maka nilai ujian dianggap nol (0).

KONTINYUITAS DOSEN

  1. Evaluasi terhadap dosen akan dilakukan dengan cara mengadakan evaluasi kuisioner yang diisi oleh mahasiswa, disusun oleh jurusan yang bertujuan untuk memperbaiki proses belajar mengajar.
  2. Kontinuitas seorang Dosen untuk mengajar bergantung pada situasi di STMIK DCI dan sepenuhnya menjadi wewenang STMIK DCI, dengan memperhatikan etika dan peraturan STMIK DCI.
  3. STMIK DCI berwenang untuk mengambil tindakan penertiban dalam hal seorang Dosen yang tidak dapat memenuhi tanggung jawab atau melanggar etika profesi/umum, atau peraturan STMIK DCI.